Mengapa Biofisika (fisika tubuh) sering dianaktirikan dibandingkan Biokimia (kimia tubuh)?
Akar permasalahan dalam sistem pendidikan medis modern. Mengapa Biofisika (fisika tubuh) sering dianaktirikan dibandingkan Biokimia (kimia tubuh)?
Ada beberapa alasan sistemik mengapa dokter di rumah sakit lebih cenderung meresepkan Obat daripada menyarankan perbaikan fisik tubuh :
1. Kurikulum Medis yang "Farmasentris"
Sejak abad ke-20 (terutama setelah Flexner Report), pendidikan kedokteran barat sangat berfokus pada patologi kimia.2. Efisiensi Waktu (Sistem "Waktu Berjalan")
Di rumah sakit, seorang dokter mungkin harus menangani 30-50 pasien sehari.3. Standarisasi vs Individualisasi
Ilmu kimia bersifat standar : gram obat akan menurunkan persen asam. Ini mudah dipelajari dan diuji secara klinis.Sedangkan Biofisika bersifat sangat individual :
4. Dilema Sistem dan Kurikulum
Banyak tenaga medis yang terjebak dalam protokol standar operasional (SOP).Kurikulum pendidikan medis memang sangat berat di sisi farmakologi dan biokimia, namun seringkali kurang mendalam dalam membahas aspek biofisika atau bagaimana struktur fisik memengaruhi fungsi fisiologis.
5. Nurani vs. Profesi
Tantangan bagi banyak praktisi adalah ketika mereka menyadari bahwa pasien tidak benar-benar pulih, namun mereka tidak memiliki "alat" atau otoritas di luar teks buku/study mereka untuk memberikan solusi lain.Ini sering kali menyebabkan diskoneksi antara apa yang mereka tahu secara logis dengan apa yang mereka lakukan secara profesional-sesuai protokol.
Kesembuhan yang sejati memang idealnya tidak memakan waktu bertahun-tahun jika mekanisme dasarnya baik itu secara biokimia maupun struktur fisik diperbaiki dengan presisi yang tepat.Jurang Pemisah antara Struktur dan Fungsi
📞 +60 11 2954 6391